Loncat ke konten utama

DNS (Domain Name System)

Diperbarui: 30 Oktober 2026
By Willya Randika

DNS adalah sistem yang memetakan nama domain seperti contoh.com ke alamat IP yang dipakai server. Tanpa DNS, Anda harus mengetik angka seperti 203.0.113.10 untuk membuka situs. Di hosting, DNS menentukan server mana yang menerima permintaan untuk domain Anda, sementara file situs tetap berada di hosting.

Tiga lapisan yang sering tertukar

Ada tiga peran berbeda yang kerap disamakan. Nama domain Anda dibeli di registrar. Nameserver menentukan siapa yang memegang dan melayani zona DNS domain itu. Nilai record di dalam zona, seperti A, AAAA, dan MX, berisi arah sebenarnya.

Karena itu, mengisi A record di panel hosting baru tidak akan terlihat publik kalau nameserver masih menunjuk ke layanan lama. Perbaiki dulu siapa yang memegang zona, baru edit recordnya. Domain bisa dibeli di registrar A, DNS dipegang layanan lain seperti Cloudflare, dan file dihosting di C, selama recordnya konsisten.

Record yang paling sering disentuh

RecordFungsiContoh nilai
AMemetakan nama ke IPv4 server203.0.113.10
AAAAMemetakan nama ke IPv62001:db8::1
CNAMEAlias, satu nama menunjuk nama lainwww ke contoh.com
MXArah pengiriman email domain10 mail.contoh.com
TXTVerifikasi plus teks SPF atau DKIMv=spf1 include:_spf.google.com ~all
NSNameserver yang berwenang atas zonans1.provider.com

Situs standar biasanya butuh A atau CNAME sesuai instruksi host, ditambah MX dan TXT kalau memakai email domain. Di cPanel record diedit lewat menu Domains lalu Zone Editor. Tiap tipe dijelaskan di DNS Records.

TTL dan cache

TTL (time to live) memberi tahu resolver seberapa lama menyimpan record sebelum minta ulang. Nilai umum: 300 detik saat Anda akan mengubah record, 3600 untuk operasi normal, 86400 untuk record yang jarang berubah. Turunkan TTL sehari sebelum migrasi, bukan setelah perubahan, karena perubahan TTL sendiri butuh waktu menyebar. Setelah pindah hosting, sebagian pengunjung masih melihat IP lama sampai cache resolvernya kedaluwarsa; itu dijelaskan di domain propagation.

Yang rawan saat pindah hosting

Jangan sentuh MX kalau Anda hanya memindahkan web, email bisa putus meski situs sudah normal. Hosting migration yang aman menjaga record email tetap menunjuk ke server mail yang benar. Kalau situs berada di belakang proxy, pengunjung melihat IP proxy, bukan IP origin, jadi uji juga dari luar proxy. Subdomain seperti www, mail, dan staging punya record sendiri dan tidak otomatis ikut domain root.

FAQ

Kenapa situs tidak bisa dibuka setelah pindah hosting?

Sering kali A record atau nameserver belum mengarah ke server baru, atau propagasi belum selesai. Cek record dan propagasi sebelum menyalahkan hosting.

Apakah DNS membuat situs lebih cepat?

Lookup yang sehat hanya sebagian kecil waktu muat. Server, berat halaman, query database, dan CDN lebih menentukan. DNS yang salah justru membuat situs tidak bisa diakses.

Di mana saya mengedit DNS?

Di pihak yang memegang nameserver: registrar, hosting, atau layanan DNS terpisah. Edit di panel yang tidak berwenang tidak mengubah yang dilihat internet.

DNS menerjemahkan nama ke IP. Salah satu record, situs atau email langsung tanya. Pelajari DNS records dan nameserver. Untuk cek live, pakai DNS Lookup.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.