Loncat ke konten utama

FTP/SFTP

Diperbarui: 30 Oktober 2026
By Willya Randika

FTP memindahkan file ke dan dari server hosting lewat port 21. SFTP memindahkan file yang sama lewat SSH di port 22. Bedanya bukan kecepatan, tapi cara kredensial dikirim. FTP biasa mengirim username dan password sebagai teks jelas; SFTP membungkus seluruh sesi dalam enkripsi SSH.

Kredensial menentukan segalanya

Pada FTP biasa, login dan isi file berjalan tanpa enkripsi, jadi siapa pun yang bisa menyadap jaringan akan membacanya. SFTP tidak punya celah itu dan lebih umum memakai autentikasi kunci: Anda menempelkan kunci publik di server, lalu klien membuktikan kunci privat tanpa pernah mengirimnya keluar. Jumlah akun FTP yang diizinkan sebuah paket hosting bervariasi antar penyedia, jadi cek spesifikasi paket sebelum mengandalkan angka tertentu. Banyak setup FTP lama juga tidak punya dukungan TLS bawaan, sehingga mode eksplisit pun tidak selalu tersedia.

Mode pasif dan firewall

FTP memakai dua koneksi: satu untuk perintah di port 21, satu lagi untuk data. Di mode aktif, server yang membuka koneksi data, dan ini sering macet di belakang NAT. Mode pasif membalik arahnya: klien yang membuka koneksi data ke port sementara, sehingga lebih ramah firewall. Kalau server memakai firewall sendiri, rentang port data harus diizinkan; detailnya ada di Linux Firewall.

Saat koneksi timeout

Pesan "connection timed out" di sini jarang berarti password salah. Password yang salah justru menghasilkan penolakan autentikasi yang jelas. Timeout hampir selalu soal jalur: port 21 diblokir jaringan, mode transfer belum diatur ke pasif, atau IP Anda tidak diizinkan. Ganti ke mode pasif lebih dulu, lalu sambung lewat SSH untuk memastikan alamat dan port benar.

Kapan pakai yang mana

FTP akun terbatas cocok untuk diberikan ke desainer hanya ke satu folder, dibuat lewat cPanel. SFTP lewat SSH memberi akses lebih luas dan lebih aman, pas untuk pekerjaan developer. Untuk memindahkan ratusan file, FTP bukan alatnya: rsync di atas SSH jauh lebih efisien. Host bisa berupa nama domain atau IP address server. Untuk pindah hosting dalam skala besar, baca hosting migration. Untuk kerja otomatis seperti cron, SFTP dengan kunci lebih andal karena tidak perlu menyimpan kata sandi di dalam skrip.

FAQ

Masih butuh FTP kalau ada File Manager?

Untuk tugas harian, File Manager sudah cukup. FTP atau SFTP berguna saat memindahkan banyak file, menyambung dari code editor, atau mengakses server ketika panel sedang tidak bisa dipakai.

Apa beda SFTP dan SCP?

Keduanya jalan di atas SSH. SFTP mendukung operasi file lengkap seperti melihat daftar, mengganti nama, dan mengatur permission. SCP lebih sederhana dan fokus memindahkan file.

Permission seperti apa yang aman?

Umumnya file 644 dan folder 755. Permission 777 terlalu terbuka dan menjadi celah keamanan, jadi jangan dipakai hanya agar upload berjalan.

FTP plain mengirim sandi tanpa enkripsi. Pakai SFTP atau FTP over TLS. Di cPanel, akun FTP dibuat terpisah dari login panel. Untuk otomatisasi di VPS, SSH plus rsync biasanya lebih rapi.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.