Loncat ke konten utama

Inode

Diperbarui: 30 Oktober 2026
By Willya Randika

Inode adalah catatan metadata untuk satu objek di filesystem Linux: ukuran, izin akses, waktu, dan lokasi datanya. Yang dihitung bukan hanya file, tapi juga direktori, jadi setiap folder juga memakan satu inode. Batas inode adalah batas jumlah file yang diizinkan, terpisah dari kuota disk dalam GB. Saat inode habis, server menolak membuat file baru meski ruang masih tersisa: upload gagal, email masuk bisa bounce, dan cache tidak bisa menulis.

Kenapa cepat habis meski disk longgar

Satu file besar tetap memakai satu inode, sama seperti satu file kecil kosong. Yang menghabiskan jatah adalah puluhan ribu file kecil: thư dan lampiran email, file session PHP yang tidak dibersihkan, cache plugin, instalasi CMS cadangan, dan folder dependensi seperti node modules. Di shared hosting, email yang dibiarkan menumpuk di server dan cron job yang membuat file cache kecil adalah penyedot yang bekerja diam-diam, tanpa terlihat di grafik disk.

Cara menghitung file

Dari SSH, jalankan di folder rumah untuk melihat berapa entri yang dipegang setiap subfolder:

find . | wc -l

Perintah itu menghitung semua file dan folder di bawah titik saat ini. Untuk menemukan folder terberat, hitung per subfolder dengan find . -maxdepth 1 -type d lalu bandingkan jumlah entri tiap folder. Di host berbasis quota, df -h menampilkan pemakaian ruang dan df -i menampilkan jumlah inode; kalau perintah itu tidak tersedia, angka inode biasanya tampil di beranda cPanel berdampingan dengan disk.

Membersihkan yang benar

Menghapus satu arsip besar nyaris tidak menggerakkan angka, karena ia hanya memakai satu inode. Yang menolong adalah ribuan file kecil di folder email, cache, session, atau instalasi CMS sisa migrasi yang tidak dipakai. Arsipkan email lama ke luar document root, aktifkan auto-purge pada plugin cache, dan pindahkan backup ke storage terpisah agar tidak dihitung dua kali.

Kuota inode vs kuota disk

Dua batas ini berdiri sendiri. Akun bisa di bawah kuota disk tapi tetap diblokir oleh batas inode, jadi ruang yang tersisa di panel tidak menjamin Anda bisa menulis. Secara praktis, kehabisan inode menampakkan diri sebagai pesan disk quota exceeded meski penggunaan GB masih normal. Di VPS atau dedicated, inode tetap dihitung oleh filesystem, tapi biasanya tidak jadi masalah harian karena limitnya berasal dari ukuran filesystem, bukan kebijakan per akun.

FAQ

Apakah limit inode sama dengan kuota disk?

Tidak. Kuota disk mengukur GB, limit inode mengukur jumlah file. Anda bisa kehabisan inode saat ruang masih banyak tersisa.

Apa langkah pertama saat inode hampir habis?

Cari folder dengan entri terbanyak lewat perintah find. Prioritaskan email, cache, session, dan instalasi CMS yang tidak terpakai sebelum meminta batas lebih tinggi ke support.

Apakah menghapus file besar membantu?

Jarang. Satu file besar hanya memakai satu inode. Yang benar-benar mengurangi tekanan adalah ribuan file kecil, bukan satu file raksasa.

Inode menghitung jumlah file, bukan ukuran GB. Email lama, cache plugin, dan backup di dalam akun paling sering menghabiskannya di shared hosting. Bersihkan dulu sebelum menyalahkan disk quota.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.