Loncat ke konten utama

SSL/TLS

Diperbarui: 30 Oktober 2026
By Willya Randika

SSL/TLS adalah lapisan yang membuat https:// bekerja: browser dan server menyepakati kunci sesi supaya data di antara mereka tidak bisa dibaca pihak ketiga. Sertifikat adalah bagian yang terlihat, tapi yang bekerja diam-diam adalah negosiasi kunci. SSL klasik sudah usang; yang berjalan hari ini adalah TLS, meski panel tetap menulis "SSL".

Yang disepakati saat handshake

Saat koneksi dibuka, browser dan server melakukan jabat tangan singkat. Mereka sepakat versi TLS dan satu cipher suite, server mengirim sertifikat, lalu kedua sisi membangun kunci sesi. Kunci privat tidak pernah dikirim ke browser; ia tinggal di server dan hanya dipakai untuk membuktikan kepemilikan sertifikat. Handshake ini terjadi sekali per sesi, dan kunci itulah yang menjaga isi form, login, dan pembayaran tetap tertutup. Versi lama seperti TLS 1.0 dan 1.1 sudah dianggap lemah dan sebaiknya dimatikan.

Rantai sertifikat dan intermediate yang hilang

Sebuah sertifikat tepercaya jarang berdiri sendiri. Ia digantung pada satu rantai: sertifikat Anda, satu atau lebih intermediate yang diterbitkan CA, lalu root yang sudah dikenali browser. Kalau intermediate terlewat saat pasang, sebagian klien tetap memuat situs karena menyimpan salinan intermediate, tapi klien lain gagal dengan peringatan sertifikat. Ini sebab klasik situs yang error hanya di beberapa perangkat. Perbaikannya adalah memasang rantai lengkap, termasuk sertifikat gratis dari Let's Encrypt, bukan hanya sertifikat daun.

Memeriksa dengan tangan

openssl s_client -connect contoh.com:443 -servername contoh.com

Perintah ini menampilkan rantai yang benar-benar dikirim server, jadi Anda bisa melihat apakah intermediate ikut terkirim. Kalau output menampilkan verify error atau rantai terpotong, masalahnya ada pada intermediate yang tidak dipasang. Untuk memaksa klien membangun ulang rantai, kosongkan cache lalu uji dari beberapa perangkat atau jaringan.

Sertifikat valid tidak menjamin isinya

Identitas itu penting, tapi bukan jaminan utuh. Sertifikat membuktikan kunci ini milik hostname tersebut, bukan bahwa kontennya jujur atau aman. Kalau halaman tetap memuat gambar atau script lewat http://, browser masih menampilkan peringatan mixed content meski koneksi terenkripsi, karena aset itu bisa disisipi. Redirect HTTP ke HTTPS menutup sebagian celah dan HSTS memaksa browser selalu lewat HTTPS. Untuk banyak subdomain pakai Wildcard SSL, dan kalau berada di balik Cloudflare pastikan mode SSL origin benar. Catatan DNS records seperti CAA juga membatasi siapa yang boleh menerbitkan.

FAQ

Berapa lama sertifikat berlaku?

Let's Encrypt memakai 90 hari, banyak CA berbayar hingga satu tahun. Yang jauh lebih penting daripada panjangnya umur adalah auto-renewal yang menyala.

Kenapa hanya browser saya yang error?

Sering karena intermediate pada rantai sertifikat tidak ikut dikirim. Klien yang sudah punya salinan cached lolos, browser yang belum menyimpannya akan gagal.

Apakah TLS membuat situs lambat?

Dampak TLS modern kecil dan hanya terjadi sekali di awal koneksi. Setelah sesi terbentuk, biaya enkripsi nyaris tidak terasa.

SSL/TLS mengenkripsi HTTP menjadi HTTPS. Di hosting, ini hampir selalu Let's Encrypt lewat panel. Setelah pasang, tes rantai sertifikat di SSL checker. Redirect HTTP ke HTTPS sering ditulis di .htaccess.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.