Snapshot VPS
Snapshot VPS adalah salinan kondisi disk pada satu titik waktu. Saat upgrade, update besar, atau perubahan konfigurasi berisiko, snapshot memberi jalan rollback cepat tanpa membangun ulang server. Snapshot bukan backup offsite dan tidak melindungi dari kegagalan seluruh akun provider.
Snapshot vs backup
| Aspek | Snapshot | Backup |
|---|---|---|
| Tujuan | Rollback cepat | Pemulihan bencana |
| Lokasi | Biasanya di provider yang sama | Idealnya offsite |
| Retensi | Pendek sampai menengah | Sesuai kebijakan |
| Konsistensi | Bergantung metode | Bisa diatur aplikasi |
| Biaya | Per GB per bulan | Tergantung media |
Kalau akun atau region provider bermasalah, snapshot di infrastruktur yang sama bisa ikut tidak tersedia. Simpan backup database dan file penting di lokasi lain, misalnya object storage.
Sebelum mengambil snapshot
Hentikan database atau gunakan mode freeze agar file konsisten. Untuk MySQL, mysqldump --single-transaction bisa menjadi backup logis sebelum snapshot. Catat konfigurasi yang berubah di luar disk, seperti DNS, firewall, dan environment variable.
Pastikan ruang disk cukup. Snapshot berisi seluruh disk, jadi ukuran dan biayanya bisa lebih besar dari perkiraan. Periksa retensi otomatis agar snapshot lama tidak terhapus sebelum Anda butuh.
Setelah restore
Setelah rollback, periksa layanan, log, dan sertifikat. Data yang dibuat setelah snapshot tidak kembali. Kalau ada transaksi hilang, komunikasikan ke pengguna.
Jalankan systemctl status, cek df -h, dan uji koneksi database sebelum membuka trafik. Uji akses SSH, DNS, firewall, dan konsistensi data. Setelah sistem stabil, buat snapshot baru dan perbarui dokumentasi.
Yang perlu diperhatikan
Snapshot bukan clone instan. Restore membutuhkan waktu dan mungkin downtime. Snapshot juga tidak menggantikan backup aplikasi yang menulis ke disk saat snapshot dibuat.
Untuk server dengan database, uji restore di server percobaan, bukan langsung di produksi. Untuk redundansi disk, lihat RAID. Untuk backup rutin, lihat Backup Hosting. Untuk rollback rilis aplikasi, lihat CI/CD Deployment. Untuk infrastruktur cloud, lihat Cloud Hosting.
Tentukan frekuensi snapshot berdasarkan seberapa sering data berubah. Snapshot harian untuk server database mungkin masuk akal, tetapi snapshot setiap jam akan menambah biaya. Simpan catatan tanggal snapshot dan perubahan yang dilakukan setelahnya. Jadwalkan uji restore secara berkala agar prosedur tidak hanya ada di dokumen.
Simpan salinan snapshot atau backup di region lain jika provider mendukung. Snapshot lokal tetap berguna untuk rollback cepat, tetapi tidak cukup untuk bencana. Uji restore dari salinan offsite setidaknya sekali sebelum mengandalkannya.
FAQ
Apakah snapshot bisa menggantikan backup?
Tidak. Snapshot berguna untuk rollback cepat, tetapi backup offsite tetap diperlukan untuk pemulihan bencana.
Apakah data setelah snapshot bisa dikembalikan?
Tidak. Restore mengembalikan kondisi saat snapshot dibuat. Data yang masuk setelahnya hilang kecuali Anda punya backup lain.
Berapa lama snapshot disimpan?
Tergantung kebijakan provider. Periksa retensi otomatis dan biaya penyimpanan sebelum mengandalkan snapshot lama.
Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.
