Loncat ke konten utama

Object Storage

Diperbarui: 29 Oktober 2026
By Willya Randika

Object storage menyimpan file sebagai objek di dalam bucket. Setiap objek punya key, metadata, dan biasanya diakses lewat API HTTP. Model ini berbeda dari filesystem biasa yang menyimpan file dalam hierarki folder.

Kegunaan di hosting

Object storage cocok untuk media situs, file unduhan, backup, log, dan origin CDN. Karena aksesnya lewat HTTP, file bisa disajikan langsung atau melalui CDN. Untuk situs WordPress, plugin S3-compatible bisa memindahkan media ke bucket.

Object storage juga berguna untuk backup offsite. Simpan salinan database dan file konfigurasi di bucket yang berbeda dari server produksi. Aktifkan versioning kalau ingin melindungi dari penghapusan tidak sengaja.

Beda dengan block storage

AspekObject storageBlock storage
AksesHTTP APIBlock device yang dipasang ke server
StrukturBucket dan keyFilesystem
Cocok untukMedia, backup, arsipDatabase, sistem operasi, volume aplikasi
KonsistensiBergantung providerLangsung di filesystem
BiayaPer GB dan requestPer GB dan IOPS

Jangan menjalankan database di object storage. Database butuh akses block dan latency rendah. Gunakan Block Storage atau disk lokal untuk database.

Yang perlu diperhatikan

Biaya egress bisa menjadi pos besar kalau file sering diunduh. Periksa tarif keluar sebelum memindahkan video atau arsip besar. Biaya request juga perlu dihitung untuk aplikasi dengan banyak operasi kecil.

Atur kebijakan akses dengan benar. File privat sebaiknya memakai signed URL, bukan URL publik. Jangan menaruh kredensial bucket di kode frontend. Gunakan role atau kebijakan IAM yang minimal.

Aktifkan lifecycle rule untuk menghapus atau memindahkan objek lama. Tanpa aturan ini, bucket bisa membengkak dan biaya naik. Untuk media publik, letakkan CDN di depan bucket.

Konteks

Object storage sering dipakai bersama Cloud Hosting dan Backup Hosting. Untuk database, lihat Block Storage dan NVMe SSD.

Untuk file besar, gunakan multipart upload agar unggahan bisa dilanjutkan dan tidak gagal di tengah jalan. Setelah upload, verifikasi checksum dan ukuran objek. Konsistensi baca bisa berbeda antar-provider, jadi jangan mengandalkan objek langsung terlihat di semua region. Inventory dan lifecycle rule membantu menemukan file yatim serta mengendalikan biaya.

Untuk bucket publik, atur cache header agar CDN tidak menanyakan origin setiap request. Gunakan prefix yang konsisten supaya lifecycle rule mudah diterapkan. Uji akses publik dan privat dari jaringan luar sebelum produksi.

FAQ

Apakah object storage bisa dipasang seperti disk biasa?

Umumnya tidak. Object storage diakses lewat API, bukan block device. Untuk filesystem dan database, gunakan block storage.

Apakah object storage cocok untuk backup?

Cocok, terutama untuk backup offsite. Aktifkan versioning dan lifecycle, lalu uji restore sebelum mengandalkannya.

Mengapa tagihan object storage naik?

Periksa egress, jumlah request, versi lama, dan objek yang tidak pernah dihapus. Lifecycle rule membantu mengendalikan pertumbuhan.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.