Block Storage
Block storage adalah volume disk yang dipasang ke server dan diformat dengan filesystem. Dari sisi sistem operasi, volume ini terlihat seperti disk biasa. Block storage dipakai untuk database, data aplikasi, dan disk tambahan VPS.
Kegunaan
Database membutuhkan block storage karena butuh akses baca dan tulis langsung dengan latency rendah. Docker juga bisa memakai block storage untuk volume persisten. Aplikasi yang menulis banyak file kecil, seperti sesi PHP atau cache, biasanya lebih cocok di block storage daripada object storage.
Block storage bisa dipisahkan dari disk sistem. Jadi Anda bisa mengganti atau memperbesar volume data tanpa membangun ulang server. Snapshot volume juga memudahkan rollback sebelum upgrade.
Alur pemasangan
Setelah volume di-attach dari panel provider, cek dengan lsblk. Buat filesystem dengan mkfs.ext4 /dev/vdb, lalu mount ke direktori tujuan, misalnya mount /dev/vdb /var/lib/mysql. Tambahkan entri di /etc/fstab agar tetap terpasang setelah reboot.
Uji mount dengan df -h dan findmnt. Pastikan Anda memakai device yang benar. Salah memformat disk sistem bisa menghapus data. Untuk database, hentikan layanan atau gunakan snapshot konsisten sebelum memindahkan data.
Yang perlu diperhatikan
Jangan hanya melihat kapasitas. Untuk database, IOPS dan latency lebih penting daripada ukuran disk. Mulai dari volume yang cukup, pantau penggunaan, lalu perbesar sebelum penuh. Kalau aplikasi menulis banyak file kecil, uji performa filesystem sebelum produksi.
Snapshot block storage tidak selalu konsisten dengan database yang sedang menulis. Hentikan database sebentar, gunakan mode freeze, atau jalankan backup logis sebelum snapshot. Uji restore, bukan hanya membuat snapshot.
Saat memperbesar volume, filesystem mungkin perlu di-resize terpisah. Di Linux, resize2fs atau xfs_growfs dibutuhkan setelah volume diperbesar. Tanpa langkah itu, ruang tambahan belum bisa dipakai.
Konteks
Block storage berbeda dari Object Storage. Untuk redundansi disk, lihat RAID. Untuk performa, lihat NVMe SSD. Untuk rollback seluruh server, lihat Snapshot VPS.
Pilih filesystem yang sesuai. ext4 cukup untuk banyak kasus, sedangkan XFS sering dipakai untuk volume besar. Pantau iostat -x 1, ruang disk, dan inode. Jalankan fstrim secara berkala pada SSD yang mendukung TRIM. Jangan menunggu disk penuh karena performa dan konsistensi bisa menurun.
Dokumentasikan mount point, ukuran volume, dan filesystem di runbook. Uji reboot untuk memastikan /etc/fstab benar. Kalau volume dipakai database, pantau latency dan IOPS, bukan hanya ruang kosong.
FAQ
Apakah block storage sama dengan object storage?
Tidak. Block storage muncul sebagai disk dan diformat dengan filesystem. Object storage diakses lewat API dan menyimpan file sebagai objek.
Apakah block storage otomatis menjadi backup?
Tidak. Snapshot volume bisa membantu rollback, tetapi bukan backup offsite. Simpan salinan data di lokasi lain.
Mengapa ruang disk tidak bertambah setelah resize?
Volume mungkin sudah diperbesar, tetapi filesystem belum. Jalankan resize2fs untuk ext4 atau xfs_growfs untuk XFS.
Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.
