Addon Domain
Addon domain adalah domain tambahan yang berjalan di akun hosting yang sama dengan domain utama. Tiap addon bisa punya website, folder, dan email sendiri, tapi tetap berbagi resource akun. Fitur ini paling sering Anda temui di cPanel shared hosting.
Bagaimana addon dipetakan
Saat pengunjung membuka domain addon, DNS-nya menunjuk ke server hosting, web server mencocokkan nama host sebagai virtual host, lalu mengarahkan permintaan ke document root milik domain itu, biasanya folder di bawah home seperti public_html/domainbaru.com. Bedanya dengan parked: addon punya vhost dan folder sendiri, bukan mirror. Di cPanel, menambah addon biasanya sekaligus membuat folder document root, sebuah subdomain teknis internal yang jarang Anda sentuh, dan opsi mailbox untuk domain itu. Menambah addon di panel tidak mendaftarkan domain; nama itu harus sudah terdaftar dan nameserver-nya aktif ke hosting agar benar-benar melayani pengunjung.
Resource yang dibagi
Satu akun, satu meteran. Disk, bandwidth, jumlah inode, CPU, dan batas entry process dipakai bersama seluruh situs di akun itu. Inode dihitung per file, jadi cache berlebihan dan mailbox cepat menghabiskan jatah, dan kuota mailbox juga dipakai bersama. Versi PHP memang bisa diset per domain lewat MultiPHP, tapi tetap di dalam batas akun. Banyak situs berat di satu akun saling menekan, dan addon tidak memberi isolasi performa. Backup, update CMS, dan SSL juga dikelola per situs.
Setup singkat di cPanel
- Buka menu Domains, tambahkan nama domain baru.
- Terima atau tentukan document root.
- Simpan, lalu pastikan nameserver domain mengarah ke hosting.
- Pasang sertifikat SSL untuk hostname itu lewat AutoSSL atau SSL/TLS.
- Unggah file atau install CMS ke folder document root.
Domain yang DNS-nya belum selesai tidak akan muncul meski addon sudah tersimpan di panel. Kalau hasil berbeda antar jaringan, cek domain propagation.
Batasan yang mengejutkan
Addon mewarisi seluruh konfigurasi akun, bukan hanya sebagian ruang. Versi PHP, pool database, dan izin file mengikuti akun utama, sehingga satu situs bisa membaca file situs lain karena memakai user sistem yang sama. Satu sertifikat HTTPS tidak otomatis menutupi addon; tiap hostname butuh penerbitan sendiri. Kalau Anda butuh isolasi ketat atau trafik besar, akun terpisah atau VPS lebih sehat daripada menumpuk addon.
FAQ
Berapa banyak addon yang boleh dibuat?
Tergantung paket. Ada yang satu sampai dua, ada yang unlimited dengan fair use. Cek spesifikasi paket sebelum memindahkan banyak situs.
Apakah addon memperlambat situs utama?
Tidak otomatis. Yang memperlambat adalah total beban. Dua situs ringan biasanya aman; satu WordPress berat plus toko online di akun sama sering jadi masalah.
Kenapa masih tampil halaman default hosting?
Biasanya DNS belum mengarah benar, document root kosong, atau Anda menguji terlalu cepat. Pastikan file ada di folder yang tepat dan SSL sudah aktif.
Addon domain menaruh situs kedua di akun yang sama, biasanya di cPanel Hosting. Itu hemat, tapi inode dan CPU tetap dibagi. Kalau situs kedua mulai ramai, pindahkan ke paket sendiri atau VPS Hosting. Lihat juga subdomain dan document root.
Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.
